MUBTADA DAN KHOBAR


MUBTADA DAN KHOBAR

A.    Pengertian Mubtada dan Khobar

  • Mubtada adalah isim marfu’ yang diterangkan yang biasanya terletak di awal jumlah
  • Khobar adalah isim marfu’ yang menerangkan yang biasanya terletak setelah mubtada
  • Jumlah yang tersusun dari mubtada dan khobar disebut jumlah ismiyyah

B.     Hukum-Hukum Mubtada

  • Wajib rofa’, terkadang jar
  • Wajib ma’rifat, dan boleh nakiroh jika posisinya sebagai berikut :
    • Jika nakiroh terletak setelah nafi
    • Jika nakiroh terletak setelah istifham
      • Jika dishifatkan
      • Jika diidhofatkan
      • Jika khobar didahulukan dan terdiri dari jar majrur atau dzhorof
      • Jika menunjukan kepada do’a
      • Jika menunjukan kepada tanwi’
      • Jika menunjukan kepada umum
  • Boleh dibuang jika ada dalil
  • Wajib dibuang pada empat tempat
    • Jika ada jawab qosam
    • Jika khobarnya mashdar sebagai pengganti dari fi’ilnya
    • Jika khobar makhsus dengan madh atau dzam setelah نعم, بئس  yang diakhirkan dari keduanya
    • Jika khobar pada asalnya na’at, diputuskan dari kena’atannya ketika dihadapkan pada pujian, celaan dan kasih sayang
  • Pada asalnya mubtada didahulukan dari khobar. Dan terkadang khobar wajib didahulukan, dan terkadang keduanya itu boleh

C.    Pembagian Mubtada

  • Shorih
  • Dhomir
  • Muawwal

 

D.    Mubtada Sifat atau Musytaq

  • Mubtada shifat atau musytaq butuh kepada fa’il atau naibul fa’il, dengan syarat sifat didahului oleh nafi atau istifham

E.     Hukum-Hukum Khobar Mubtada

  • Wajib rofa’
  • Pada asalnya nakiroh musytaq, terkadang jamid
  • Wajib sesuai dengan mubtada dalam hal mufrod, mutsana, jama’, mudzakar dan muanats
  • Boleh dibuang jika ada dalil
  • Boleh berbilang dan mubtadanya Satu
  • Wajib dibuang pada empat tempat :
    • Jika mubtada terletak setelah لولا  imtina’iyyah
    • Jika mubtada jelas dalam qosam
    • Jika mubtada athof kepada wau yang menunjukan kepada makna mushohabah
    • Jika khobar terletak sebelum hal yang menempati posisi khobar dan mubtadanya harus mashdar atau isim tafdhil
  • Pokok asal pada khobar diakhirkan dari mubtada, dan terkadang mendahuluinya itu boleh atau wajib

F.     Pembagian Khobar

Khobar terbagi kepada dua bagian yaitu

  1. Khobar mufrod adalah khobar yang bukan jumlah walaupun mutsanna atau jama’, terbagi kepada dua, yaitu :
  • Mufrod jamid adalah khobar yang tidak memiliki ma’na sifat dan tidak mengandung dhomir yang kembali kepada mubtada
  • Mufrod musytaq adalah khobar yang memiliki ma’na sifat dan mengandung dhomir yang kembali kepada mubtada
  1. Khobar Ghoir Mufrod terbagi kepada dua bagian yaitu :
  • Khobar jumlah adalah khobar yang terdiri dari jumlah fi’liyyah atau jumlah      ismiyyah. Dalam khobar jumlah ini disyaratkan ada robith yang           mengikatnya dengan mubtada
  • Khobar syibhul jumlah adalah khobar yang terdiri dari dzhorof atau jar majrur

Sebagian ulama nahwu ada yang memandang bahwa khobarnya itu bukan dzhorof atau jar majrur, akan tetapi muta’allaqnya yang dibuang yaitu كائن, مستقر

 

 

G.    Wajib Mendahulukan Mubtada

  • Jika mubtada menggunakan lafadz-lafadz yang ada dipermulaan kalam, seperti      lam ibtida, isim syarat, isim istifham, ma ta’ajjubiyyah, kam khobariyyah
  • Jika mubtada dan khobar keduanya ma’rifat atau nakiroh yang sama dalam ma’rifat dan nakiroh
  • Jika mubtada ma’rifat dan maqshur atas khobar baik secara lafadz atau makna
  • Jika khobar jumlah fi’liyyah yang fa’ilnya dhomir mustatir yang kembali kepada    mubtada

H.    Wajib Mendahulukan Khobar

  • Jika khobar dzhorof atau jar majrur sedangkan mubtada nakiroh
  • Jika khobar menggunakan lafadz-lafadz yang ada dipermulaan kalam seperti isim istifham.
  • Jika khobar nakiroh dan maqshur atas mubtara baik secara lafadz atau makna
  • Jika pada mubtada ada dhomir yang kembali kepada sesuatu dari khobar

 

 

Komentar